Senin, 12 Desember 2016

Ciri Anak Kreatif

     Menurut Lumsdaine, kreaivitas adalah mempergunakan imajinasi dan berbagai kemungkinan yang diperoleh dari ineteraksi dengan ide atau gagasan, orang lain, dan lingkungan untuk membuat koneksi dan hasil yang baru, serta bermakna. Ungkapan lain, kreativitas berarti mengembangankan pemikiran alternatif atau kemunngkinan dengan berbagai cara sehingga mampu melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang dalam interaksi individu dengan lingkungan agar diperoleh cara-cara baru untuk mencapai tujuan yang lebih bermakna.

Berikut ini adalah ciri-ciri anak yang kreatif, yang mungkin dapat Anda kenali pada diri anak Anda:
  1. Kelancaran berpikir, yang bisa memberi banyak jawaban terhadap suatu pertanyaan yang diberikan.
  2. Flekdibilitas/keluwesan/kelenturan dalam berpikir, yang mampu memberikan jawaban bervariasi, serta dapat melihat suatu masalah dalam berbagai sudut tinjauan, yang meliputi kelenturan dalam struktur kalimat dan kelenturan dalam isi atau gagasan.
  3. Orisinalitas/keaslian dalam berpikir, yang dapat memberikan jawaban-jawaban yang jarang diberikan oleh anak lainnya. Jawaban anak Anda adalah jawaban baru yang biasanya tidak lazim, atau kadang tak terpikirkan oleh orang lain.
  4. Elaborasi, yakni kemampuan menggabungkan ataupun memberi gagasan-gagasan atas jawaban yang dikemukakan anak Anda, sehingga ia mampu mengembangkan jawaban, serta memperkaya jawabannya dengan memerinci sampai hal-hal kecil.  

Memotivasi Diri

Menyadari dan menghargai perasaan-perasaan orang lain adalah hal terpenting dalam kecerdasan emosi. Hal ini juga biasa disebut dengan empati. Empati bisa juga berarti melihat dunia dari mata orang lain. Dengan demikian , Anda juga dapat membaca dan memahami emosi-emosi pada orang lain.

Memahami perasaan orang lain tidak harus mendikte tindakan Anda. Menjadi pendengar yang baik tidak berarti harus setuju dengan apa pun yang Anda dengar. Keuntungan dari memahami orang lain adalah Anda mempunyai lebih banyak pilihan tentang cara bersikap, serta memiliki peluang lebih baik untuk berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan orang lain.

Mengatasi Stres

      Stres adalah tekanan yang timbul akibat beban hidup. stres dapat dialami oleh siapa pun. Toleransi terhadap stres merupakan kemampuan untuk bertahan terhadap peristiwa-peristiwa buruk dan situasi penuh tekanan tanpa menjadi hancur. Dengan demikian, Anda mesti mengelola stres secara positif, lalu mengubahnya menjadi pengaruh yang baik bagi Anda.

     Seseorang yang cerdas secara emosional mampu menghadapi kesulitan hidup dengan kepala tegak, tegar, dan tidak hanyut oleh emosi yang kuat. Ia cenderung menghadapi semua hal, bukannya lari dan menghindar. Ia dapat mengelak dari pukulan sehingga ia terjatuh, namun ia tidak pernah terpuruk sehingga ia bisa kembali berdiri tegak.

Minggu, 11 Desember 2016

Cinta

Bila kulihat paras wajah mu
Ada senyum menghias dibibir mu
Ada cinta dibola mata mu
Ada kasih dikedua tangan mu

Sayang dan kasih yang dirasa
Cinta dan belasan yang terasa
Hanya ada pada seorang kasih
Cinta penuh dengan ketulusan

Asmara yang bersemi dengan kasih mu
Kesetiaan yang dilandasi dangan pengertian mu
Ke`ikhlasan tumbuh dari pengorbanan
Kasih yang tumbuh dengan penuh cinta


Rabu, 09 November 2016

Senantiasa menjaga hati


Jagalah hati, jangan kau nodai...

Jagalah hati lentera hidup ini....

Wajar kalau Aa Gym sering mengingat kita dengan lagu itu. Memang menjaga hati itu besar manfaatnya buat kehidupan. Kita hidup dan mati buka tanpa makna dan tujuan. Tujuan kita adalah happy ending di dunia dan akhirat. Alllah telah menciptakan kita dengan rupa yang sebaik-baiknya dan memberikan tuntutan agar kita selamat dengan mendapatkan ketinggian derajat.

Menjaga hati berarti kita senantiasa menjaga diri dari penyakit-penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, serta semua sifat manusia yang dibenci Allah. Perkara menjaga hati bukan hal yang sepele. Hati  kita haruslah selalu dekat dengan kompas hidup kita Al-Qur`an dan As-Sunnah seperti yang telah dicontohkan oleh rasul teladan kita, Rasulullah saw. Bagaimana kita bisa dekat dengan kompass hidup seorang muslim, Al-Qur`an, kalau kita enggan membaca, mengkaji dan menemukan mutiara hidup di dalamnya.

Salah satu cara jitu menjaga hati adalah senantiasa mencari teman dan lingkungan yang bisa merawat hati agar tetap putih dan bening. Sering-seringlah berinteraksi dengan orang-orang shaleh. Ciri orang yang shaleh dan baik pastilah orang-orang yang mengisi hari-harinya dengan aktivitas yang positif tanpa pernah melupakan kewajibannya terhadap sang khalik

Pede dan Posiitive Thinking


Berpkir positif  dan bersyukur atas kondisi yang kita miliki adalah modal besar untuk senantiasa percaya diri. Percaya bahwa takdir Allah atas diri kita adalah yang terbaik. Walau kita nggak setajir dia, nggak seganteng dia, nggak secepat dia dan nggak sepintar dia, ya ga masalah..

Karena yang punya ketinggian derajat di hadapan Allah SWT, yang masuk surga, yang hidup bahagia..    bukan monopoli orang yang tajir, berwajah ganteng, atau yang pintar aja kok. Kekayaan, ketampanan, dan kepandaian memang sarana memudahkan seseorang mendapatkan tujuan hidupya, tapi sekaligus juga bencana. Jadi, harta dunia bukan segalanya.

Memiliki harta tapi tanpa memiliki keimanan, bisa menjadikan kita bersifat kikir dan lupa diri. Ketampanan dan kecantikan dapat mendatangkan fitnah dan kesombongan. Ya ga ?. sementara kepandaian tanpa keimanan, bisa mendatangkan kezaliman atau bahkan kerusakan di muka bumi.

Jadi, mulailah dengan keyakinan dan optimisme yang tinggi dalam menatap dunia ini. Tujuan kita hanyalah meraih ridha illahi. Itulah tujuan tertinggi yang akan mendatangkan kebahagian hakiki. Ketinggian derajat dan kemuliaan ruh  mu hanya didapat dengan memiliki akhlak mulia dan hati yang bersih

Jumat, 07 Oktober 2016

BAB 1 PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


A. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan

Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selama penjajahan, kemudian dilanjutkan dengan era perebutan dan mempertahankan kemerdekaan sampai hingga era pengisian kemerdekaan menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan jamannya.

B. Kompetensi yang diharapkan

Masyarakat dan pemerintah suatu negara berupaya untuk menjamin kelangsungan hidup serta kehidupan generasi penerusnya secara berguna (berkaitan dengan kemampuan spiritual) dan bermakna (berkaitan dengan kemampuan kognotif dan psikomotorik). Generasi penerus diharapkan akan mampu mengantisipasi hari depan yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengankonteks dinamika budaya, bangsa, negara, dan hubungan internasional serta memiliki wawasan kesadaran bernegara.
Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai dengan perilaku yang :
1.Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghayati nilai–nilai falsafah bangsa
2.Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3.Rasional, dinamis, dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
4.Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.
5.Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsadan negara.

C. Pengertian Dan Pemahaman Tentang Bangsa dan Negara

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, Bangsa adalah orang–orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa dan sejarah serta berpemerintahan sendiri. Jadi Bangsa Indonesia adalah sekelompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia.
1. Teori terbentuknya negara
2. Unsur Negara
3. Bentuk Negara

D. Negara Dan Warga Negara dalam sistem kewarganegaraan

Dalam  Sistem  Kenegaraan  Di IndonesiaNegara  Kesatuan  Republik  Indonesia  adalah  negara berdaulat  yang  mendapatkan  pengakuan  dari  dunia  internasional dan  menjadi  anggota  PBB.  Dan  mempunyai  kedudukan  dan kewajiban  yang  sama  dengan  negara–negara  lain  di  dunia,  yaitu ikut serta memelihara dan menjaga perdamaian dunia.
1. Proses Bangsa Yang Menegara
Di Indonesia proses menegara telah dimulai sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, dan terjadinya Negara Indonesia merupakan suatu proses atau rangkaian tahap–tahapnya yang berkesinambungan. Secara ringkas, proses tersebut adalah sebagai berikut :
a.Perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia.
b.Proklamasi atau pintu gerbang kemerdekaan.
c.Keadaan bernegara yang nilai–nilai dasarnya ialah merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
2. Pemahaman Hak Dan Kewajiban Warga Negara
a. Hak warga negara.
b. Kewajiban warga negara
c. Tanggung jawab warga negara
d. Peran warga negara

E. Pemahaman Tentang Demokrasi

1. Konsep Demokrasi
Demokrasi adalah sebuah bentuk kekuasaan (kratein) dari, oleh, dan untuk rakyat (demos).Menurut konsep demokrasi, kekuasaan menyiratkan arti politik dan pemerintahan, sedangkan rakyat beserta warga masyarakat didefinisikan sebagai warga negara.
2. Bentuk Demokrasi Dalam Pengertian Sistem Pemerintahan Negara
Ada dua bentuk demokrasi dalam pemerintahan negara, antara lain :
a.Pemerintahan Monarki (monarki mutlak, monarki konstitusional, dan monarki parlementer) b.Pemerintahan Republik : berasal dari bahasa latin, RES yang artinya pemerintahan dan PUBLICA yang berarti rakyat. Dengan demikian dapat diartikan sebagai pemerintahan yang dijalankan oleh dan untuk kepentingan orang banyak.
3. Klasifikasi sistem pemerintahan:
-Dalam sistem kepartaian dikenal adanya tiga sistem kepartaian, yaitu sistem multi partai (poliparty system), sistem dua partai (biparty system), dan sistem satu partai (monoparty system)
-Sistem pengisian jabatan pemegang kekuasaan negara.
-Hubungan antar pemegang kekuasaan negara, terutama antara eksekutif dan legislatif.

F. Prinsip Dasar Pemerintahan Republik Indonesia

Pancasila merupakan pandangan hidup dan jiwa bangsa, kepribadian bangsa, tujuan dan  cita–cita hukum bangsa dan negara, serta cita–cita moral bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara mempunyai kedudukan yang pasti dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara Indonesia.

G. PemahamanTentang Hak Asasi Manusia

Didalam mukadimah Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia yang telah disetujui oleh Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa  Bangsa Nomor 217 A (III) tanggal 10 Desember 1948 terdapat pertimbangan–pertimbangan berikut :
1.Menimbang bahwa pengakuan atas martabat yang melekat dan hak–hak yang sama dan tidak terasingkan dari semua anggota keluarga kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian di dunia.
2.Menimbang bahwa mengabaikan dan memandang rendah pada hak–hak asasi manusia telah mengakibatkan perbuatanperbuatan bengis yang menimbulkan rasa kemarahan dalam hati nurani umat manusia dan bahwa kebebasan berbicara dan agama serta kebebasan dari rasa takut dan kekurangan telah dinyatakan sebagai aspirasi tertinggi dari rakyat jelata.
3.Menimbang bahwa hak–hak manusia perlu dilindungi oleh peraturan hukum supaya tercipta perdamaian.
4.Menimbang bahwa persahabatan antara negara–negara perlu dianjurkan.
5.Menimbang bahwa negara–negara anggota PBB telah menyatakan penghargaan terhadap hak–hak asasimanusia, martabat penghargaan seorang manusia baik laki–laki dan perempuan serta meningkatkan kemajuan-sosial dan tingkat kehidupan yang lebih baik dalam kemerdekaan yang lebih luas.
6.Menimbang bahwa negara–negara anggota telah berjanji akan mencapai perbaikan penghargaan umum terhadap pelaksanaan hak–hak manusia dan kebebasan asas dalam kerja sama dengan PBB.
7.Menimbang bahwa pengertian umum terhadap hak–hak dan kebebasan ini adalah penting sekali untuk pelaksanaan janji ini secara benar.

H. Kerangka Dasar Kehidupan Nasional Meliputi Keterkaitan antara Falsafah Pancasila, UUD 1945,      Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional

a. Konsepsi Hubungan antara Pancasila dan Bangsa
Manusia Indonesia yang sudah menjadi bangsa Indonesia saat itu yaitu sejak tanggal 28 Oktober1928 (Sumpah Pemuda) telah mengakui bahwa diatasnya ada Sang Pencipta, yang akhirnya menimbulkan rasa kemanusiaan yang tinggi baik dengan bangsa sendiri ataupun dengan bangsa lain.
b. Pancasila sebagai Landasan Ideal Negara

I. Landasan Hubungan UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia :

1. Pancasila sebagai ideologi negara
2. UUD 1945 sebagai landasan konstitusi
3.Implementasi konsepsi UUD 1945 sebagai landasan konstitusi
4.Konsepsi pertama tentang Pancasila sebagai cita–cita dan ideologi negara
5.Konsepsi UUD 1945 dalam mewadahi perbedaan pendapat dalam masyarakat
6.Konsepsi UUD 1945 dalam infrastruktur politik

J. Perkembangan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara

Perguruan Tinggi perlu mendapatkan Pendidikan Kewarganegaraan karena Perguruan Tinggi sebagai institusi ilmiah bertugas secara terus menerus mengembangkan ilmu pengetahuan dan Perguruan Tinggi sebagai instrumen nasional bertugas sebagai pencetak kader-kader pemimpin bangsa. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi diberikan pemahaman filosofi secara ilmiah meliputi pokok-pokok bahasan, yaitu : Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional, Politik dan Strategi Nasional.